PENDIDIKAN
Desfi Dwi Lestari
2318563833 (A)
PENDIDIKAN
YANG MEMERDEKAKAN?
Simpulan
dan refleksi dari mata kuliah Filosofi Pendidikan bahwa pendidikan dengan
memerdekakan peserta didik itu tujuan utama yang menanamkan bahwa mereka bisa
mengembangkan potensinya yang unik dan istimewa tersebut. Perjuangan pendidikan
di Indonesia sangatlah inspiratif.
Pendidikan
dan pengajaran pada masa Belanda mementingkan intelek/ pikiran dan
materialistic yang memberikan pengaruh pada pemimpin zaman sekarang yang
terasingkan oleh nasionalisme. Pada zaman kebudayaan dahulu, perempuan dilarang
untuk bersekolah. Pendidan politik terjadi saat sebelum kemerdekaan,
materialistic jadi tujuan mereka memberikan pengajaran membaca, tidak didirikan
sekolah untuk anak Indonesia. Pada tahun 1854 beberapa Bupati mendirikan
sekolah kabupaten dan lahirlah sekolah bumiputera hanya 3 kelas dengan tujuan
mendidik calon pegawai negeri yang nantinya akan menjadi pembantu perusahaan
kepunyaan Belanda. Rakyat hanya diberikan pengajaran membaca, menulis, dan
menghitung seperlunya.
Pada
zaman Kebangunan Nasional Raden Ajeng Kartini pada tahun 1900 ingin merubah
pengajaran namun belum bisa berubah. Pada tahun 1920 ada cita-cita baru dan
tahun 1922 muncullah Tamansiswa di Yogyakarta yang memasukkan dasar
revolusioner juga keagamaan dan jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas.
Perjalanan
pendidikan Pra Kemerdekaan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang
pendidikan adalah hal yang memang akan relevan dengan perubahan zaman seperti
apapun baik pada era kolonialisme maupun saat ini. Karena apa yang disampaikan
Ki Hajar Dewantara adalah sebuah dasar bagaimana tujuan pendidikan nasional
yang juga merupakan tujuan kemerdekaan bangsa ini dalam rangka ikut
mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga melaksanakan perdamaian dunia semua itu
hanya bisa diraih dengan ilmu pengetahuan.
Sesuai
pendapat Prof. Sardjito tentang perguruan Tamansiswa dapat saya gali maksudnya
bahwa Ki Hajar Dewantara sebagai perintis kemerdekaan dan perintis Pendidikan
serta kebudayaan. Dalam pidato membahas mengenai Pendidikan yang harus
memperhatikan benih-beih yakni peserta didik sebagai fokus utama dalam
mengembangkannya dan agar tumbuh dengan baik.
Sistem
Tamansiswa memberikan keistimewaan pada unsur hidup keluarga, yakni cinta
kasih, semangat gotong-royong, rasa keajiban berkornab dan bertanggungjawab
yang didapatkan dalam keluarga. Menurut statistic lingkungan keluarga penting
dalam pertumbuhan perkembangan hidup setiap orang, banyak kejahatan terjadi
karena berasal dari keluarga yang tidak peka terhada norma asusila.
Sistem
Pendidikan saat ini lebih baik ketika sudah menjadi negara yang merdeka maka
banyak sekolah yang sudah berdiri sampai ke perguruan tinggi. Melihat
negara-negara di dunia, kita harus memperkaya dan mengembangkan kebudayaan serta
mengisi dan mewujudkan menjadi pribadi yang peka akan Pendidikan agar tidak
tertinggal.
Pendidikan
Tamansiswa setelah kemerdekaan fokus kepada manusia sesuai dengan kodratnya
dengan Pendidikan nasional dan Pendidikan budi pekerti. Dijelaskan bahwa perlulah
anak-anak kita dekatkan hidupnya dengan perikehidupan rakyat, agar mereka
tidak hanya dapat “pengetahuan” saja tentang hidup rakyatnya, namun juga
dapat “mengalami” sendiri dan kemudian tidak hidup berpisah dengan
rakyatnya.
Saat
ini, kebersangkutan antara kebudayaan dengan pribadi seseorang harus dilihat
dari sifat, bentuk, isi dan irama. Sifat yang universal sesuai isi pada zaman
yang terjadi dengan memahami unsur kebudayan sebagai tanggungjawab sebagai
masyarakat. Adapun semboyan yang mengandung filsafat dalam soal akulturasi
yang telah kita masukan dalam rangkain asas-asas ke-Tamansiswaan-an. Yaitu
“Asas Tir-con” yang mengajarkan untuk mewujudkan persatuan dunia dan
manusia sesuai dengan “Bhineka Tunggal Ika”.
Implementasi
di lakukan di sekolah dengan memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna. Penggunaan lingkungan sekolah untuk belajar, media yang menarik, dan
proses pembelajaran yang bisa bermakna untuk tiap-tiap peserta didik sesuai
dengan gaya belajar. Insigt yang saya dapatkan bahwa ajaran Ki Hajar Dewantara
sangat indah jika kita terapkan di sekolah.
Komentar
Posting Komentar